Profil Madrasah

Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso berdiri pada tanggal 31 Mei 1980 berdasarkan SK Menteri Agama RI Nomor 17 Tahun 1981, terletak di tengah-tengah kota  Bondowoso adalah satu-satunya lembaga pendidikan kegamaan yng menyelenggarakan pendidikan menengah umum Negeri  berciri khas Islam di kota ini.

MAN Bondowoso

Di Era globalisasi ini , MAN Bondowoso telah  membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang menjadi pilihan tepat bagi setiap  lulusan SMP atau  Madrasah Tsanawiyah untuk menimba ilmu pengetahuan secara berimbang antara ilmu-ilmu umum dan agama, antara kecerdasan rasio dan keindahan akhlak, dan antara kepentingan  kehidupan dunia dengan bekal menuju kemulian akhirat.

 Dengan menempati komplek kampus diatas area tanah 12.500M2, pada tahun 2009 ini MAN Bondowoso memiliki 620 Siswa didampingi  45 orang guru dan staf tata usaha yang bertekad membimbing mereka menjadi generasi yang baik. Di Madrasah ini para kader generasi Muslim ini dididik  untuk unggul berprestasi dan siap berkompetisi dalam jiwa islami.

Saat ini MAN Bondowoso, membuka tiga program studi, Yaitu

  1. program IPA ( ilmu pengetahuan Alam ),
  2. Program IPS ( Ilmu pengetahuan Sosial )
  3. Program Agama

3 pintu utama

.Memasuki area kampus MAN Bondowoso dapat melalui 3  pintu utama. Pintu-pintu ini masing-masing memiliki nuansa berbeda ; nuansa Mekkah , Nuansa Indonesia dan nuansa Eropa yang mencerminkan profil siswa MAN Bondowoso dengan kompetensi keIslaman, Ke Indonesia dan kemajuan IPTEK.

Prestasi

Kini, setelah 28 tahun lebih  mengabdi pada umat melalui layanan pendidikan, MAN Bondowoso telah mencetak dan meluluskan ribuan alumni yang tersebar dan diterima di tengah2 masyarakat dan diberbagai lapangan profesi, antara lain ; sebagai  Guru ngaji dan pengasuh pesantren, dunia usaha, dokter, guru, TNI dan  POLRI , Pejabat struktural, anggota legeslatif, dan ribuan PNS lainnya.

 

MAN Bondowoso telah menerapkan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yaitu Kurikulum MAN Bondowoso tahun 2008Merupakan kurikulum yang didesain untuk menjawab kebutuhan dan tantangan perkembangan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat, dengan muatan yang berimbang secara proporsional dan terpadu antara Pelajaran umum,  mata pelajaran agama dan muatan lokal serta kecakapan vokasional.

Sebagai komitmen seluruh  warga MAN  untuk mewujudkan sekolah berkultur islamAl-Qur'ani, maka menyapa murid setiap hari dengan salam, dan Kegiatan membaca Al-Quran oleh semua guru, karyawan dan siswa siswi MAN Bondowoso mengawali kegiatan belajar mengajar manjadi pemandangan sehari-hari di madrasah ini.

Dalam rangka menciptakan kultur belajar yang islami itu pula, maka sistem Single Sex Class dengan membuat kelas terpisah antara putra dan putri diterapkan di  MAN Bondowoso. Dalam hal ini,  Single Sex Class juga dimaksudkan untuk mengeleminir  bias bias gender dalam pendidikan

Kegiatan pendidikan berbasis kelas dengan memberikan otoritas pada masing-masing kelas mendesain konsep kepemimpinan kelas , iklim dan kultur belajar juga diterapkan sebagai media pembelajaran demokratisasi, kepemimpian dan tanggung jawab para siswa, 

Samudra Ilmu

MAN Bondowoso telah menerapkan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yaitu Kurikulum MAN Bondowoso tahun 2008.  Merupakan kurikulum yang didesain untuk menjawab kebutuhan dan tantangan perkembangan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat, dengan muatan yang berimbang secara proporsional dan terpadu antara Pelajaran umum,  mata pelajaran agama dan muatan lokal serta kecakapan vokasional.

Dalam kegiatan pembelajaran, para siswa didampingi para  guru profesional di bidangnya, lulusan S1 dan S2  dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, dengan komitmen 4 in 1 yaitu Mengajar, melatih, membimbing dan mendoakan para siswanya

Sebagai komitmen seluruh  warga MAN  untuk mewujudkan sekolah berkultur islami, maka menyapa murid setiap hari dengan salam, dan Kegiatan membaca Al-Quran oleh semua guru, karyawan dan siswa siswi MAN Bondowoso mengawali kegiatan belajar mengajar manjadi pemandangan sehari-hari di madrasah ini.

Kegiatan pendidikan berbasis kelas dengan memberikan otoritas pada masing-masing kelas mendesain konsep kepemimpinan kelas , iklim dan kultur belajar juga diterapkan sebagai media pembelajaran demokratisasi, kepemimpian dan tanggung jawab para siswa.

%d blogger menyukai ini: